Blog

Memaknai Perasaan

Memaknai Perasaan

Memaknai Perasaan

Manusia sering bermasalah dengan Perasaan nya sendiri. Perasaan yang muncul terkadang tanpa permisi dan ada yang membuat kita senang dan ada juga yang membuat kita tertekan.

Perasaan akan menjadi pemicu dan penyebab kenapa kita sulit untuk Move On keluar dari masalah. Padahal banyak cara untuk memaknai dan mengendalikan perasaan kita.

Saat kita dalam masalah, tanpa disadari kita sudah membuka konflik baru lagi dalam Pikiran. Karena saat itu kita memiliki dua perasaan yang bertentangan pada saat bersamaan. Disatu sisi kita merasa tidak nyaman karena masalah tersebut dan disisi lain kita ingin cepat keluar dari masalah tetapi merasa tidak mampu.

Mari kita bahas satu persatu. Bukankan Pikiran menjadi sangat kusut karena perasaan yg bercampur aduk yang tidak diurai atau kita tidak mau mengurainya.

Sisi yang pertama, mengapa perasaan kita tidak nyaman dalam masalah? Sebenarnya sangat sederhana.. Kita sering memakai kacamata kuda saat melihat masalah dan akan muncul perasaan dimana kita yg paling benar, kita yang diperlakukan tidak adil, kita yang tidak dihargai, bla bla bla yang semuanya hanya akan bermuara pada penyangkalan dan ketidak berdayaan dan argumentasi diri kita.

Padahal jika kita mau melihatnya  dengan perspektif yang berbeda maka akan perasaan juga akan berbeda dan tindakan pun akan berbeda. Artinya kita telah memperbesar kemungkinan dan pilihan dengan merubah Perasaan kita.

Mengapa kita senang memakai kacamata kuda? Jawaban nya juga sangat sederhana karena kita selalu membelenggu kebebasan berpikir  hanya berdasarkan Kejadian atau Fakta yang terjadi. Padahal otak manusia diciptakan begitu Powerful dan memiliki kemampuan Berpikir, Merasa, Berkata dan Bertindak diatas Kejadian atau Fakta yang menyakitkan sejauh kita mau untuk menginstruksikan nya.

Disisi yang kedua, ada perasaan seakan kita tidak memiliki Kemampuan untuk mengatasi dan keluar dari masalah tersebut.

Hal yang sangat sederhana juga bahwa tertawalah karena sebenarnya kita tau bahwa kita sedang mencampuradukan antara Mau dan Mampu.

Mau adalah Pilihan dan Mampu adalah Usaha. Jujurlah bahwa sebenarnya kita belum Memilih untuk Mau, sehingga jangan pernah berharap akan ada perubahan apapun atau bantuan pihak luar manapun sebelum kita Memilih untuk Mau keluar dari masalah itu sendiri. Inilah Rahasia Langkah Pertama dalam sebuah perubahan.

Carilah Alasan yang Paling Mendasar mengapa kita harus keluar dari masalah tersebut dan itulah elemen dasar Pilihan untuk Mau.

Memutuskan dan Mengijinkan diri kita untuk Memilih Mau akan merubah perasaan menjadi lebih baik dan mempengaruhi tindakan selanjutnya.

Setelah kita memiliki komitmen atas pilihan Mau barulah kita memampukan diri melalui usaha.

Jadikan usaha dalam bentuk aktivitas dan prilaku yang nyata sekecil apapun itu. Jangan merasakan usaha sebagai Kewajiban tetapi rasakan sebagai sebuah Perjuangan yang pasti memerlukan Pengorbanan.

photo credit: Colourless Rainbow via photopin cc

Post Tags -

Leave a Comment