Blog

LEADER dan BELIEF

Leader dan Belief

Leader dan Belief

Leader seolah hanyalah seorang pemimpin yang berdasi dalam sebuah gedung kantor yang mewah, sehingga mendistorsi peran Leader yang melekat dalam diri setiap orang. Setiap orang minimal adalah Leader untuk dirinya sendiri, Leader untuk keluarga / anak nya dan ada juga yang menjadi formal Leader ataupun informal Leader dalam keluarga besar nya, komunitas sosial, keagamaan  atau hobi nya. Pendidikan Leadership seolah hanya bisa diperoleh dari sekolah, kuliah dengan adanya sebuah gelar. Seolah semakin tinggi dan banyak gelar nya itulah Leader yang baik.

Mari kita coba untuk menanyakan pada orang “biasa” yang mengaku dirinya bukan orang kantoran, bukan Manager, bukan Direktur dengan pertanyaan : Apakah Anda seorang Leader? Reaksi yang pertama yang akan kita terima bukan lah sebuah jawaban yang mantap, tetapi sebuah reaksi semantic dari tubuh yang sangat jujur yaitu terdiam dan bengong sejenak. Apalagi jika kita bertanya : Apakah Anda seorang Leader yang baik?

Dapatkah Anda bayangkan bahwa keraguan begitu besar yang terdapat pada kebanyakan orang bahwa mereka bukan seorang Leader ? Bagaimana mereka akan memimpin dirinya sendiri? Sebuah fenomena yang seharusnya menggelitik dan membangunkan kita untuk menyadarkan dan memberdayakan potensi yang ada pada orang orang itu bahwa mereka adalah Leadar. Setidaknya Leader untuk diri sendiri dan Leader untuk keluarga / anak mereka.

Kita sedang membicarakan tentang Belief.

Yaa Belief tentang seorang Leader dan seorang Leader dengan Belief nya.

Seperti yang pernah saya bahas pada tulisan saya sebelumnya, bahwa perubahan Belief dapat membuat Prilaku seseorang berubah atau kondisi lain menyebutkan bahwa sulit sekali merubah Prilaku seseorang apabila Belief nya tidak berubah. Kenapa demikian? Karena Belief sangat mempengaruhi Pikiran seseorang yang otomatis akan memunculkan sebuah Perasaan dimana Perasaan inilah yang membuat orang sulit atau sembrono dalam melangkah.

Secara mudah dan sederhana mari kita simpulkan bahwa Belief itu adalah sekumpulan Pengalaman dan Pengetahuan. Pengalaman dan Pengetahuan diri sendiri akan membentuk Belief baru, ada yang hanya perlu sekali saja dan ada yang perlu afirmasi atau pengulangan. Pengalaman dan Pengetahuan juga dapat kita peroleh dari orang lain. Dalam hal ini biasanya kita dapatkan dari para Figur Otoritas atau orang orang yang kita kagumi misalnya orang tua, pemuka agama, tokoh sukses.

Dengan demikian sebuah Belief dapat menjadi sebuah Motivasi dari dalam diri seseorang dan juga dapat menjadi Hambatan dari dalam diri seseorang.

Jangan jangan bagi sekelompok orang yang bukan orang kantoran, bukan Manager, bukan Direktur merasa bukan seorang Leader dimulai karena kalimat kalimat dari para Figur Otoritas yang membentuk Belief dan menjadi hambatan untuk menjadikannya seorang Leader.

Mari kita lemparkan pertanyaan sederhana ini kepada mereka :

Apa kata Ayah / Ibu atau orang yang mereka kagumi tentang pengakuan dirinya sebagai Leader.

Positif :

  • Dalam darahmu mengalir sifat Kepemimpinan Kakek mu yang hebat itu
  • Selama mau berusaha dan belajar maka kamu juga bisa jadi Leader yang hebat
  • Anak miskin pun bisa menjadi  seorang Leader yang bijaksana

Negatif :

  • Makan aja susah, ga usah mimpi jadi Leader
  • Ga perlu jadi Leader, nurut saja sama pimpinan itu sudah cukup
  • Jangan cari masalah berebut jadi Leader, yang penting sudah kerja

Afirmasi negative inilah cikal bakal yang menjadi Limiting Belief yang menyebabkan orang merasa tidak perlu menjadi seorang Leader, atau yang lebih parah nya lagi orang tersebut telah dijadikan Leader dalam organisasinya tetapi memiliki Limiting Belief.

Akibatnya sang Leader dengan Limiting Belief akan memiliki Perasaan yang tidak stabil akibat  konflik dalam pikiran nya antara kenyataan nya sebagai Leader dan Beliefnya yang berseberangan.

Ini baru contoh dari satu Limiting Belief yang ada pada seorang Leader. Masih banyak Limiting Belief lain yang disebabkan oleh minimnya Pengalaman dan Pengetahuan yang harus dihadapkan pada realita permasalahan yang dihadapinya sebagai seorang Leader.

Saat ini sering sekali kita menemukan Leader dengan tempramen yang begitu tinggi, kasa, meledak ledak, tidak mau mendengar, stress berat, menyalahkan orang lain, takut salah, takut kehilangan jabatan, tidak berani mengambil keputus an.

Saatnya pula kita berempati dan tidak hanya ikut menghujat para Leader yang seperti itu dan mari kita bertanya jangan jangan Leader ini memiliki masalah dengan Belief nya dan membutuhkan pertolongan…

Mari kita berbagi dan bermanfaat buat orang lain agar mereka dapat menjadi Leader, setidaknya menjadi informal Leader bagi dirinya sendiri dan bagi keluarga / anaknya sehingga anaknya kelak bisa menjadi Leader dengan memodel Pikiran Ayah atau Ibu nya.

photo credit: lumaxart via photopin cc

Post Tags -

Leave a Comment