Blog

BSL di Media BeritaSatu.com

BSL di Media BeritaSatuHidup Lebih Bermanfaat dengan Berbagi Ilmu

Hidup lebih bermanfaat jika saling berbagi ilmu dan pengalaman. Prinsip hidup inilah yang dipegang Bobby S Laluyan sehingga memilih untuk meninggalkan karier yang dibangun selama 25 tahun sampai ke level direksi bersama Astra Group-Triputra Group-Indomobil Group-Rumah Perubahan untuk menjadi seorang coach-trainer-mind therapist. Hal ini dilakukan karena ingin berbagi pengetahuan yang bermanfaat buat orang banyak.

“Ketika saya memilih profesi sebagai coach-trainer-mind therapist, banyak yang bilang saya orang gila karena meninggalkan posisi saya yang sudah nyaman di kantor. Namun, kerinduan dan kesenangan untuk berbagi membuat saya makin kokoh pada pilihan ini, ” kata Bobby di Jakarta, belum lama ini.

Dia menceritakan, saat masih aktif bekerja di perusahaan selalu memiliki waktu education day buat anak buahnya. Pengembangan karyawan diperlukan sebagai tuntutan pekerjaan atau jabatan. Hal ini dilakukan mengingat kemajuan teknologi dan semakin ketatnya persaingan di antara perusahaan sejenis.

“Saya dulu punya keinginan setiap karyawan memiliki nilai tambah. Setiap personel perusahaaan memang dituntut bekerja efektif, efisien, kualitas, dan kuantitas pekerjaannya baik sehingga daya saing perusahaan semakin baik,” katanya.

Pengalaman leadership yang diperoleh sejak sangat belia semasa kuliah menjadi seorang aktivis dan ketua Senat Mahasiswa membuat Bobby S Laluyan atau yang dikenal dengan inisial BSL, tumbuh dan berkembang dengan sangat menghargai arti sebuah kepemimpinan dan nilai sebuah networking.

Hal ini juga tidak terlepas dari pengalaman dan keberanian merantau dari Manado, Sulawesi Utara hijrah ke Jakarta untuk kuliah, sambil bekerja membuatnya menjadi seorang yang menghargai arti sebuah perjuangan dan kerja keras serta makna sebuah pengorbanan untuk mencapai sebuah keberhasilan.

“Kemudian saya bertemu dengan Rhenald Kasali dan Michael Hall. Keduanya sangat menginspirasi saya untuk terus berbenah diri untuk terus belajar-belajar-belajar dan berbagi. Saya sekarang masih faculty of member Rumah Perubahan,” kata pria kelahiran 3 Februari 1963 ini.

Pengalaman nyata berbagi melalui training, coaching, terapi sehingga membuat banyak orang berubah dan memaksimalkan potensi diri membuat belief baru bagi BSL untuk berbagi dan bermanfaat buat orang lain. Belief itu adalah sekumpulan pengalaman dan pengetahuan. Pengalaman dan pengetahuan dapat diperoleh dari orang lain. Dalam hal ini biasanya didapatkan dari para figur otoritas atau orang-orang yang dikagumi, misalnya orangtua, pemuka agama, dan tokoh sukses.

Kumpulan belief ini yang membentuk values bagi BSL yang semakin rendah hati, open mind, mendengar sehingga mempermudah dirinya memadukan, mengimplementasi dan mengamalkan semua ilmu pengetahuan yang dipelajarinya sebagai orang yang memiliki Certified ACMC – Association Certified Meta-Coach, Certified NGH – National Guilt of Hypnotist, License Practitioner NLP – Neuro-Linguistic Programming, Certified Ego State Coach & Therapist.

Raih Kesuksesan

Menurut Bobby, setiap individu berhak untuk mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Namun terkadang ada hambatan pada diri manusia untuk maju meraih kesuksesannya, yaitu mental block yang menghalangi seseorang untuk maju. Ciri seseorang yang memiliki mental block yang negatif, di antaranya sifat mudah putus asa, tidak bersemangat, pesimistis, mudah marah, rendah diri, merasa tidak mampu, rasa malas, tidak konsisten, menghakimi diri sendiri, takut disakiti, cemas, gelisah, dan banyak sifat negatif lainnya. Hal ini bisa terbentuk karena pengalaman pribadi yang telah dilalui sejak dari kecil hingga dewasa.

“Mental block itu itu dari belief yang dipunyai, sehingga perlu dimaknai baru seperti proses menghilangkan trauma. Berdasarkan hasil pengamatan saya sikap negatif tersebut sekitar 95 persen muncul karena faktor dari keluarga inti,” katanya.

Dia menjelaskan, semua manusia ingin selalu diakui, dihargai dan didengar. Namun pada kenyataannya yang terjadi justru sering sebaliknya belum mau mengakui, menghargai, dan mendengar termasuk untuk diri sendiri. Karena itu, sangat penting manusia mulai mengenal dirinya sendiri sebelum mengapresiasi dirinya dan orang lain.

“Ketika seseorang itu sanggup mengenal dirinya sendiri maka secara perlahan dia akan menemukan belief sehingga tercipta values,” ujarnya.

Post Tags -

Leave a Comment